Tuesday, February 25, 2020

PENGALAMAN NAIK PESAWAT

Hari Jumat malam 21 Februari 2020, saya ikut penerbangan Citilink dari bandara Sukarno Hatta menuju ke Semarang. Saya bersyukur bisa menilik kembali kota Semarang yang sudah sekian lama tidak saya kunjungi. Saya hanya mempunyai waktu 3 hari untuk sekedar melihat-lihat kondisi kota Semarang karena hari Selasa pagi sudah pulang dari Semarang.
Pada kesempatan kali ini saya akan menulis pengalaman penerbangan, yang dimulai dari pemesanan tiket hingga keluar dari bandara tujuan yang semoga saja bermanfaat bagi para pembaca.
Okey dimulai saja.... jika kita mempunyai trip/perjalanan yang menggunakan jasa transportasi udara berupa pesawat terbang, terlebih dahulu kita memesan kursi penumpang yang bisa kita lakukan sendiri pemesanannya lewat media online atau kita bisa datang ke gerai penjualan tiket pesawat. Pemesanan kursi penumpang sebaiknya dilakukan sebelum hari H keberangkatan pesawat, karena beberapa hari keberangkatan pesawat biasanya kursi sudah habis dipesan orang.
e_tiket yang saya dapat ini, pemesanannya dilakukan melalui media online. Anda bisa memesan di alamat internet seperti yang diiklankan di televisi, facebook dan media informasi lainnya, atau spanduk-spanduk yang terpampang di jalanan. Jika saya memiliki media online atau gerai penjualan tiket, tentu saja anda akan saya sarankan membeli tiket di tempat saya dan alamatnya akan saya lampirkan di sini, tetapi saya tidak memilikinya.


Pemesanan e_tiket
gambar 1

Setelah kita mendapatkan e_tiket, sebaiknya kita baca terlebih dahulu data-data yang ada terutama di terminal mana dan juga kode pemesanan kursi penumpang yang nantinya akan kita gunakan dalam mencetak tiket. Mesin untuk mencetak tiket ada di terminal dan digunakan untuk umum, jadi kita harus bisa menggunakannya sendiri. Mesinnya berbentuk seperti ATM bank-bank yang sering kita lihat dan masing-masing Maskapai (perusahaan penerbangan) atau setiap nama pesawat berbeda untuk mesin cetak tiketnya.
Karena bandara Sukarno Hatta cukup besar, saya menggunakan bantuan GPS Maps untuk sedikit mengetahui gambaran bandara Sukarno Hatta sebelum berangkat ke bandara. Dari hasil GPS Maps ini kita bisa mengetahui tata letaknya dan keterangan yang ada di dalamnya. Bagi yang menggunakan Google Maps sedikit berhati-hati karena data-data dalam hasil pencitraannya bisa berbeda dengan kondisinya, hal ini karena Google Maps terbuka umum dalam memasukkan data alamat, saya pernah mencobanya, entah bagaimana dengan GPS Maps ini, mudah-mudahan tidak ada tangan-tangan jahil yang turut campur di dalamnya. Coba bayangkan jika anda sedang mencari warung makan, setelah didatangi sesuai petunjuk Google Maps ternyata sebuah hotel. Wahh... jadinya keluar duit lagi kan? Itu gambaran yang mudah saja.
Pencitraan GPS Maps dengan menggunakan Handphone, hasil screen shootnya seperti pada gambar 2 : 


Bandara Sukarno Hatta
Hasil Pencitraan "GPS Maps"
gambar 2

Dengan mengetahui tata letak bandara Sukarno Hatta, maka kita tidak bingung jika telah sampai terminal. Jika tak tahu arah lebih baik bertanya kepada petugas bandara, tentunya petugas bandara dengan senang hati akan membantunya. Itu memang tugasnya.
Seperti yang saya alami, berangkat menuju terminal 2 domestik berawal dari stasiun Tanjung Priok dengan menggunakan jasa transport, jadi kita serahkan kepada pak supir untuk bisa sampai di terminal 2. Supirnya juga menggunakan GPS untuk mengetahui jalan mana yang kosong, padat, atau macet. Di sini perlu diperhitungkan waktunya, pokoknya kita harus sudah sampai di ruang tunggu pemberangkatan, 1 jam sebelum pesawat berangkat.
Sampainya di depan pintu masuk terminal 2 domestik, suasananya terasa nyaman, terlihat orang di sekitar cukup ramah. Berbeda saat di Juanda Surabaya dahulu, terlihat beberapa orang siap pasang nyali kepada saya, itu baru di pintu masuk. Yaah..... sudahlah..... mungkin ada masalah pribadi sehingga saya harus menghadapi orang-orang semacam itu, atau mungkin mereka seperti calo-calo yang ada di terminal bus, saya tak tahu itu. Notaris pun terlihat tak nyaman dibuatnya, kondisi seperti itu mungkin terlihat aneh tak seperti biasanya. Saya ikut terbang saat itu karena big boss property punya acara wedding anaknya yang diselenggarakan di bali.
Okey dilanjut..... setelah masuk terminal 2 domestik, kita menuju ke mesin pencetak tiket yang berderet, jangan lupa cari mesin cetak yang bertuliskan "nama pesawat" yang akan ditumpangi. Tiket saya dicetak di mesin pencetak dari Maskapai "Citilink" yang berwarna hijau. Caranya tinggal memasukkan kode booking e_tiketnya yang dibeli lewat media online (gambar 1), dan hasil cetakannya seperti gambar 3 (separuhnya sudah disobek petugas bandara di pintu masuk Gate No D6) :


Tiket Pesawat "Citilink"
gambar 3

Jika tiket telah tercetak, baca dulu dengan seksama data-data yang ada pada tiket terutama Gate/Pintu masuk pemberangkatan pesawat, pastikan semua data yang tercetak sudah benar. Di tiket saya tercetak Gate No : D6. 
Setelah tiket tercetak, berjalanlah masuk lebih dalam lagi dan lihatlah tanda panah/petunjuk arah Gate No dan ikuti saja sesuai Gate No yang tercetak di Tiket Pesawat anda, maka anda akan dituntun menuju tempat pemberangkatan pesawat. Di depan Gate/Pintu masuk pemberangkatan, terdapat tempat duduk untuk menunggu siapnya pesawat diberangkatkan, di sinilah diharuskan berada 1 jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat. Perhatikan dengan baik, jika pesawat sudah siap, para penumpang akan dipersilahkan masuk lewat Gate No yang tercetak di tiket masing-masing. Jangan sungkan, jika tak tahu lebih baik tanyakan kepada petugas yang berada di Gate/Pintu masuk.
Melalui pintu masuk ini, semua barang harus di periksa menggunakan sinar X, ikat pinggang pun harus dilepas dan harus melalui pemeriksaan sinar X. Sebenarnya tidak dilepaspun tidak apa-apa, tetapi petugas nantinya kerepotan jika memeriksa ikat pinggang 1 per satu. Saat di sini, saya tidak melepas ikat pinggang karena kesulitan, saat memasang pun kesulitan. Saya menggunakan ikat pinggang Tactical berbahan plastik dengan lebar 4 cm seharga 30 ribu, jika berbau benda tajam tentunya tidak lolos sensor. 
Oh ya.... jangan lupa siapkan KTP dan tiket yang dicetak tadi untuk diperiksa petugas bersamaan dengan pemeriksaan barang. Di pintu masuk jembatan (lorong) penghubung pintu pesawat dan ruang tunggu yang disebut garbarata, KTP dan tiket akan diperiksa kembali.



Setelah melewati Gate No : D6
gambar 4

Okey...... memasuki pintu masuk pesawat, anda tentunya akan disambut dengan keramahan pramugari-pramugara. Duduklah di tempat duduk sesuai dengan yang tercetak di tiket pesawat, maka dari itu simpan tiket pesawatnya baik-baik.
Sebelum take off, penumpang akan diberitahu kondisi cuaca di jalur terbang yang akan dilalui oleh pilot, dijelaskan pemakaian sabuk pengaman, oksigen, pelampung, dan tanggap darurat. 
Pilot dan awak pesawat yang saya tumpangi ternyata suka berpantun, dan ini mencairkan suasana, saya bisa dibuat tertawa juga oleh mereka...... yaah cair. Lain pilot lain crew...... entahlah.
Semua sudah siap..... sang pilot akan membawa kita terbang. Jika sudah di atas, sesekali pilot memberitahukan kondisi cuaca dan penerbangannya kepada penumpang. Dengan melewati kondisi hujan sebentar di atas, semuanya terlewati baik-baik saja sampai dengan pendaratan di Semarang. Dalam pendaratannya Crew (pramugara) memberitahukan kepada penumpang bahwa penerbangan lebih cepat 45 menit dari biasanya .........waww.

Selesai sudah penerbangan kali ini, kita tinggal mengikuti petunjuk arah pintu keluar. Jika anda menitipkan barang bagasi, anda tinggal menunggu barang anda di atas ban berjalan.
Di luar pintu keluar banyak berbaris taxi, untuk saat ini bila akan menggunakan taxi menujulah loket penjualan tiket "Taxi Resmi" yang terlihat sederhana dan seadanya, anda akan dikenai tarif wilayah sesuai dengan tujuan anda. Siapkan uang pas 7.000 rupiah (berikan kepada supir taxi), karena anda akan dikenai biaya lagi untuk karcis parkir taxi saat keluar di "Gerbang keluar Bandara" sebesar 7.000 rupiah.
Selamat jalan dan selamat mencoba jika berkenan.





Monday, January 20, 2020

PONSELKU

Saya mengingat dan mencatat riwayat Ponsel yang saya gunakan selama ini :

1. Siemens C25
Dunia ponsel mulai saya gunakan sekitar tahun 2003, alhamdulillah...... dari perhatian orang tua yg saat itu menyarankan membeli alat komunikasi pribadi berupa handphone. Untuk komunikasi berjarak, sebenarnya sudah terpasang telepon kabel untuk perumahan sejak 1997. 
Dengan pemberian dana dari orang tua saya mendapatkan tambahan 200K IDR untuk membeli HP. Setengah enam sore saya pergi ke counter HP yang sebelumnya pernah saya singgahi yang mana di situ ada HP sasaran dengan kondisi bekas pakai, Siemens C25. Dengan harga +/- 325K IDR, saya menambahi +/- 125K IDR untuk bisa memilikinya. 
Sampainya di rumah, saya operasikan itu HP, ternyata HP tidak berfungsi, tak ada sinyal dlm simcard sehingga tdk bisa digunakan untuk menelpon. Sekitar setengah sembilan malam saya kembali ke counter untuk klarifikasi permasalahan, ehh... Sampainya di tujuan, counter sdh mau tutup, terlihat karyawan kios sdh bergerombol di depan kios cellular siap-siap pulang. Nggak tahunya ada mbak cantik pemilik kios selular yg minta HPnya untuk di-cek. Ternyata benar.... sinyal di sana langsung penuh. Dengan demikian, tak ada lagi niat untuk mengembalikan, menukar, atau memikirkan bagaimana solusi yg lain jika hp tdk berfungsi. 
Ya begitulah, karena sebab belum mengenal yg namanya handphone, masalah tak ada sinyal di tempat pun membuat saya bingung, kacau, dan perasaan kecewa lainnya.... padahal semuanya baik-baik saja.



2. Nokia 3315
Kalau tidak salah ingat, HP model ini saya dapat di Pasir Luhur Purwokerto, yang mana waktu saya di LIPPO sekitar tahun 2004, pemilik counter mengikutsertakan anaknya dalam asuransi LIPPO. Dengan menukarkan Siemens C25 yg saya miliki dan menambah uang cash yg nominalnya saya lupa, HP saya menjadi berubah seperti ini, tapi casingnya berwarna biru.


3. Nokia 1100
Nokia bekas pakai sekitar 4 bulan ini tampilannya keren, tapi hanya bisa untuk sms dan telepon.



4. Nokia 3315
Kembali ke Nokia 3315 lagi, saya menggunakan bekas pakai yg ditawarkan tetangga.


5. Nokia 2600
Nokia model seperti ini saya beli baru dengan menyesuaikan kebutuhan. Saat itu saya membutuhkan kotak e_mail, aplikasi facebook, dan spesifikasi lainnya. Dengan mencari di tabloid pulsa, saya menemukan spesifikasi yg cocok seperti ini dengan  casing berwarna hitam dan harga 600rb. HP ini hanya bertahan 1 th 2 th saja di tangan, karena sudah ada yang minta. 


6. Nokia N70 Music Edition
Entah siapa yang minta, HP ini ditawarkan ke saya. Tampilannya memang mantap, di dalam box masih ada nota yg menunjukkan kios seluler di Tanjung Priok Jakarta. HP ini masih bertahan di tangan sampai saat ini, sedikit rusak di LCD bagian atas karena terjatuh. Tidak mengganggu dan masih normal digunakan. Jika diperbaiki tampilannya, bisa menghabiskan dana 200K IDR lebih untuk ganti LCD (yg 70 ribuan), Batere (yg 70 ribuan) dan casing (yg 120 ribuan) biar tetap mantap.


7. Evercross
Nokia masih di tangan, ada penawaran lagi dari tetangga, evercross bekas pakai (entah type berapa saya lupa, tapi tampilannya seperti gambar). HP ini bertahan 1 th 2 th dan kandas di Surabaya tahun 2013 karena terjatuh dan mati. Entah bagian mana yg rusak tdk saya perhatikan, karena sy tdk begitu greget dengan onderdil HP. 
Sebagai pengingat, sebelum Evercross ini terjatuh, saya sudah memiliki HP baru yg  dibeli di Mall, OPPO R821. Saya hanya ngikut mbonceng saja sekiranya HP apa yg pantas digunakan oleh saya, jadi saya tidak memperhatikan spesifikasi HP yg saya butuhkan. Sebenarnya sih evercross masih layak pakai, tetapi saya saja yang berkeinginan memiliki HP lagi karena tidak nyaman menggunakan evercross, dananya juga saya anggarkan 2 jt yg didapat saat home industri eyelashes masih berjalan. Kalau dipikir yg masak, lebih baik dana segitu untuk beli Samsung J5, kalau dipikir yang lebih masak lagi mungkin tidak perlu HP baru karena masih ada evercross.


8. OPPO R821
Android ini tipis dan agak licin bila tanpa case. Menunya ya seperti Evercross sebelumnya, Hanya bedanya saya jarang sentuh Evercross dan dipakai bila ada panggilan, yah seperlunya saja, sedang OPPO ini sering dipakai. Dalam waktu yg senggang buat nongton film di youtube yg kiranya menarik, saya share juga ke facebook saat putar film. Lain daripada itu sering juga saya gunakan untuk mengoperasikan aplikasi smule.
Saya buka di tabloid pulsa, sekarang ini 1,599rb harganya, turun 200rb dibandingkan saat saya beli desember 2013 silam.
Perjalanan Android ini kandas di desa, karena kurang perhatiannya saya dengan perawatan Android ini, Batere sudah menggelembung, masih saja saya mengoperasikan Android ini, akhirnya membuat komponen di dalamnya rusak. Ditambah lagi dengan penggunaan charger bukan pasangannya yg terjadi kebocoran, output yg lebih dari 5 volt. Android ini terhenti sistem operasinya saat sedang di cas, perhitungannya kira-kira hanya 3 tahun berada di tangan, waktu yang cukup singkat untuk usia HP tangan pertama.


9. Lenovo A369i
Dengan tdk berfungsinya OPPO R821, saya memakai Lenovo bekas pakai yg sdh tdk digunakan lagi, tp saya harus mengganti konektor charger karena Android ini sudah tidak bisa di cas. Cukup lama juga digunakan (buat smulean juga).
Akhir perjalanan android ini, saat sedang di cas juga, muncul pemberitahuan "sayangnya.... telah berhenti". Bila android di on-kan lagi, beberapa detik kemudian muncul pemberitahuan "sayangnya google telah berhenti". Tidak hanya google saja, tetapi semua file muncul pemberitahuan seperti itu, 1 per satu file. Mungkin perjalanan android ini belum berakhir, karena saya belum mereset dengan "hard reset". Mungkin bisa normal kembali karena softwarenya yg semrawut/bundet bisa diinstall lagi.


10. Xiaomi Redmi Note 3
HP yg dibeli baru 13 Januari 2020 dengan harga 765K IDR di bawah 800K IDR ini untuk memenuhi kebutuhan agar tetap bisa menjaga komunikasi. Mengingat saya hanya menggunakan Nokia N70 ME yang sampai sekarang masih bertahan untuk membaca simcard, saya merasakan penggunaan handphone ini kurang praktis. Dengan demikian saya memilih untuk menggunakan Xiaomi ini sebagai alat komunikasi yang tentunya sudah dipertimbangkan spesifikasinya.
Harga berbeda cukup jauh di tabloid pulsa, yg tercantum bandrol harga 2,7 jt. Penjelasan penjual, katanya sih barang refurb, saya cari artinya di google, ternyata barang second yg diperbaiki perusahaan dan dijual lagi, tapi mungkin bisa juga berarti barang sortiran yg diperbaiki lagi oleh perusahaan. Kalau melihat harganya??? Saya jawab tidak mungkin ini jenis barang refurb.
Setelah saya buka box tgl 18 Januari ( unboxingnya saya upload juga di facebook), saya rasa ini adalah produk KW atau tiruan. Pernah saya baca informasi mengenai perjanjian antar perusahaan, dimana sebuah perusahaan mengijinkan perusahaan lain untuk memproduksi produk yg sama dari perusahaannya dan menentukan harga jualnya yg tentunya tdk sama dengan harga jual produk perusahaan miliknya, dan ini yang dinamakan KW. Tujuan diproduksinya KW itu untuk memenuhi kebutuhan konsumen, karena untuk yang original produksinya terbatas.
Produk yg saya dapat ini memang beda jauh harganya, tetapi kualitasnya ya nggak khawatir lah saya, asal bisa menjaga dan merawat saja. Untuk kekurangannya, semua Xiaomi tdk menyediakan perlengkapan headset, jadi harus melengkapi sendiri jika ingin mendengarkan suara handphone langsung ke telinga. Selain itu, melihat chargernya saya juga masih ragu-ragu sehingga harus mencari charger yang baru lagi.







Saturday, November 23, 2019

MASUKNYA KATOLIK KE INDONESIA


Istilah Gereja Katolik digunakan secara khusus untuk menyebut Gereja yang didirikan di Yerusalem oleh Yesus dari Nazaret (sekitar tahun 33 Masehi) dan dipimpin oleh suatu suksesi apostolik yang berkesinambungan melalui Santo Petrus Rasul Kristus, dikepalai oleh Uskup Roma sebagai pengganti St. Petrus, yang kini umum dikenal dengan sebutan Paus. 
"Gereja Katolik" diketahui pertama kali digunakan dalam surat dari Ignatius dari Antiokhia pada tahun 107, yang menulis bahwa: "Di mana ada uskup, hendaknya umat hadir di situ, sama seperti di mana ada Yesus Kristus, Gereja Katolik hadir di situ.

·         
Masa Yesus

Kehadiran Yesus di dunia adalah sebagai awal lahirnya Gereja.



Masa Para Rasul 

Perkembangan gereja pada masa ini sampai pada tahap mendirikan perkumpulan Jemaat Perdana yang juga disebut Gereja Perdana. Mereka selalu bertekun pada ajaran para Rasul, berkumpul, berdoa, dan memecahkan roti bersama. Mereka menganggap segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama. Mereka juga membagikan harta sesuai dengan keperluan. Yang paling berperan di masa ini adalah St. Petrus. Setelah Yesus wafat, Petrus menjadi sosok yang beriman dan pemberani.



Masa Sesudah Para Rasul

Masa ini Gereja sudah berpusat di Roma, tempat wafatnya St.Petrus. Pemimpin gereja yang pertama adalah St.Petrus. Penerus St. Petrus disebut "Uskup Roma" atau "Paus".


Masuk ke Indonesia

Sejarah Katolik di Indonesia berawal dari kedatangan bangsa Portugis ke kepulauan Maluku. Orang pertama yang menjadi Katolik adalah orang Maluku, Kolano (kepala kampung) Mamuya (sekarang di Maluku Utara) yang dibaptis bersama seluruh warga kampungnya pada tahun 1534 setelah menerima pemberitaan Injil dari Gonzalo Veloso, seorang saudagar Portugis.
Ketika itu para pelaut Portugis baru saja menemukan kepulauan rempah-rempah itu dan bersamaan dengan para pedagang dan serdadu-serdadu, para imam Katolik juga datang untuk menyebarkan Injil.
Salah satu pendatang di Indonesia itu adalah Santo Fransiskus Xaverius, yang pada tahun 1546 sampai 1547 datang mengunjungi Pulau Ambon, Saparua dan Ternate. Ia juga membaptis beberapa ribu penduduk setempat.


Masa Pendudukan Pedagang Belanda ( VOC ) / Kompeni

Sejak kedatangan dan kekuasaan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Indonesia tahun 1619 – 1799, akhirnya mengambil alih kekuasaan politik di Indonesia, Gereja Katolik dilarang secara mutlak dan hanya bertahan di beberapa wilayah yang tidak termasuk VOC yaitu Flores dan Timor.
Para penguasa VOC beragama Protestan, maka mereka mengusir imam-imam Katolik yang berkebangsaan Portugis dan menggantikan mereka dengan pendeta-pendeta Protestan dari Belanda. Banyak umat Katolik yang kemudian diprotestankan saat itu, seperti yang terjadi dengan komunitas-komunitas Katolik di Ambon.
Imam-imam Katolik diancam hukuman mati, kalau ketahuan berkarya di wilayah kekuasaan VOC. Pada 1624  Pastor Egidius d’Abreu SJ dibunuh di Kastel Batavia pada zaman pemerintahan Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, karena mengajar agama dan merayakan Misa Kudus di penjara.
Pastor A. de Rhodes, seorang Yesuit Perancis, pencipta huruf abjad Vietnam, dijatuhi hukuman berupa menyaksikan pembakaran salibnya dan alat-alat ibadat Katolik lainnya di bawah tiang gantungan, tempat dua orang pencuri baru saja digantung, lalu Pastor A. de Rhodes diusir (1646).
Yoanes Kaspas Kratx, seorang Austria, terpaksa meninggalkan Batavia karena usahanya dipersulit oleh pejabat-pejabat VOC, akibat bantuan yang ia berikan kepada beberapa imam Katolik yang singgah di pelabuhan Batavia. Ia pindah ke Makau, masuk Serikat Jesus dan meninggal sebagai seorang martir di Vietnam pada 1737.
Pada akhir abad ke-18 Eropa Barat diliputi perang dahsyat antara Perancis dan Britania Raya bersama sekutunya masing-masing. Simpati orang Belanda terbagi, ada yang memihak Perancis dan sebagian lagi memihak Britania, sampai negeri Belanda kehilangan kedaulatannya.
Pada tahun 1806, Napoleon Bonaparte mengangkat adiknya, Lodewijkatau Louis Napoleon, seorang Katolik, menjadi raja Belanda. Pada tahun 1799 VOC bangkrut dan dinyatakan bubar.


Masa Pemerintahan Hindia Belanda

Perubahan politik di Belanda, khususnya kenaikan tahta Raja Lodewijk, seorang Katolik, membawa pengaruh yang cukup positif. Kebebasan umat beragama mulai diakui pemerintah.
Pada tanggal 8 Mei 1807 pimpinan Gereja Katolik di Roma mendapat persetujuan Raja Louis Napoleon untuk mendirikan Prefektur Apostolik Hindia Belanda di Batavia
Pada tanggal 4 April 1808, dua orang Imam dari Negeri Belanda tiba di Jakarta, yaitu Pastor Jacobus Nelissen, Pr dan Pastor Lambertus Prisen, Pr. Yang diangkat menjadi Prefek Apostolik  pertama adalah Pastor J. Nelissen, Pr.
Gubernur Jendral Daendels (1808-1811) berkuasa menggantikan VOC dengan pemerintah Hindia Belanda . Kebebasan beragama kemudian diberlakukan, walaupun agama Katolik saat itu agak dipersulit.
Imam saat itu hanya 5 orang untuk memelihara umat sebanyak 9.000 orang yang hidup berjauhan satu sama lainnya. Akan tetapi pada tahun 1889, kondisi ini membaik, di mana ada 50 orang imam di Indonesia. Di daerah Yogyakarta, misi Katolik dilarang sampai tahun 1891.
Dan perkembangan agama Katolik di Pulau Jawa dimulai dengan masuknya Pastor Van Lith.


Masa Van Lith

Misi Katolik di daerah ini diawali oleh Pastor F. van Lith, SJ yang datang ke Muntilan pada tahun 1896. Pada awalnya usahanya tidak membuahkan hasil yang memuaskan, akan tetapi pada tahun 1904 tiba-tiba 4 orang kepala desa dari daerah Kalibawang datang ke rumah Romo dan mereka minta untuk diberi pelajaran agama. Sehingga pada tanggal 15 Desember 1904, rombongan pertama orang Jawa berjumlah 178 orang dibaptis di sebuah mata air Semagung yang terletak di antara dua batang pohon Sono. Tempat bersejarah ini sekarang menjadi tempat ziarah Sendangsono.
Romo van Lith juga mendirikan sekolah guru di Muntilan yaitu Normaalschool di tahun 1900 dan Kweekschool (Sekolah Pendidikan Guru) di tahun 1904. Pada tahun 1918 sekolah-sekolah Katolik dikumpulkan dalam satu yayasan, yaitu Yayasan Kanisius. Para imam dan Uskup pertama di Indonesia adalah bekas siswa Muntilan. Pada permulaan abad ke-20 gereja Katolik berkembang pesat.

Pada 1911 Van Lith mendirikan Seminari Menengah. Tiga dari enam calon generasi pertama dari tahun 1911-1914 ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1926 dan 1928, yaitu Romo F.X.Satiman, SJ, A. Djajasepoetra, SJ, dan Alb. Soegijapranata, SJ.



Masa Perjuangan Kemerdekaan/Pasca Kemerdekaan

Albertus Soegijapranata menjadi Uskup Indonesia yang pertama ditahbiskan pada tahun 1940. Tanggal 20 Desember 1948 Romo Sandjaja terbunuh bersama Frater Hermanus Bouwens, SJ di dusun Kembaran dekat Muntilan, ketika penyerangan pasukan Belanda ke Semarang yang berlanjut ke Yogyakarta dalam Agresi Militer Belanda II. Romo Sandjaja dikenal sebagai martir pribumi dalam sejarah Gereja Katolik Indonesia.
Mgr. Soegijapranata bersama Uskup Willekens SJ menghadapi penguasa pendudukan pemerintah Jepang dan berhasil mengusahakan agar Rumah Sakit St. Carolus dapat berjalan terus.Banyak di antara pahlawan-pahlawan nasional yang beragama Katolik, seperti Adisucipto, Agustinus (1947), Ignatius Slamet Riyadi (1945) dan Yos Sudarso (1961).


Masa Orde Baru


Kardinal pertama di Indonesia adalah Justinus Kardinal Darmojuwono diangkat pada tanggal 29 Juni 1967. Gereja Katolik Indonesia aktif dalam kehidupan Gereja Katolik dunia. Uskup Indonesia mengambil bagian dalam Konsili Vatikan II (1962-1965).

Paus Paulus VI berkunjung ke Indonesia pada 1970. Kemudian tahun 1989 Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Indonesia. Kota-kota yang dikunjunginya adalah Jakarta, Medan (Sumatra Utara), Yogyakarta (Jawa Tengah dan DIY), Maumere (Flores) dan Dili (Timor Timur).

Monday, October 21, 2019

FALETEHAN / FATAHILAH

Menurut sejarah Cirebon yang disusun oleh P. S. Sulendraningrat, diriwayatkan sebagai berikut :
Pada Abad 14 Masehi, Sayid Jamaludin Al Husein, seorang keluarga dekat Sultan Sulaeman dari kerajaan Islam Irak yang berkedudukan di Baghdad, mempunyai tiga orang anak :
1.            Ali Nurul Alim;
2.            Barkat Zaenal Alim;
3.            Ibrahim Zaenal Akhbar.

Ketiganya setelah cukup cakap dalam ilmu agama Islam, merantau untuk berdakwah sebagai misi-misi Islam dari Kerajaan Irak (Baghdad) dalam rangka penyebaran Agama Islam diluar Kerajaan Irak.
Ali Nurul Alim ke Kerajaan Mesir dan menetap di Kairo sampai dapat menduduki jabatan tinggi dalam pemerintahan Kerajaan Mesir, beliau mempunyai seorang Putra bernama Syarif Abdullah, setelah dewasa Syarif Abdullah menikah dengan Putri Mahkota Mesir. Ayah dari Putri Mahkota Mesir meninggal dunia, kemudian Putri Mahkota dinobatkan sebagai Sultan Mesir, sedangkan suaminya Syarif Abdullah diberi gelar “Sulthon” dengan nama Sulthon Makhmud Syarif Abdullah.

Tak lama kemudian sultan Mesir Istri dari Sulthon Makhmud Syarif Abdullah meninggal dunia, maka selanjutnya Negara Mesir dipercayakan kepada Sulthon Makhmud Syarif Abdullah untuk meneruskan memimpin Pemerintahan Mesir.
Sulthon Makhmud Syarif Abdullah kemudian menikah untuk kedua kalinya dengan Ratu Mas Rara Santang seorang saudara muda kandung Pangeran Cakrabuana Putra Mahkota Kerajaan Padjajaran, dari pernikahan ini dikaruniai dua orang Putra ialah : Syarif Hidayatullah dan Syarif Nurullah (adik).

Barkat Zaenal Alim melalui darat datang ke Gujarat, sedangkan Ibrahim Zaenal Akhbar datang ke Cempa / Kamboja, masing-masing ditempat kedatangannya beliau-beliau itu menetap menjadi warga Negara.
Adapun Barkat Zaenal Alim mempunyai seorang cucu bernama Maulana Makhdar Ibrahim yang setelah dewasa dan cukup cakap dalam Ilmu Agama Islamnya, merantau dan berdakwah dan sampailah di Basem Pasai / Aceh, disana beliau menikah dengan Putri Mahkota Aceh, setelah Ayahanda Putri Mahkota Aceh itu wafat, kemudian Putri Mahkota itu menjadi Sultan di Aceh. Memerintah bersama suaminya yang diberi gelar Sulthon Huda. Sulthon Huda ini mempunyai dua orang anak ialah yang Putra bernama Fadhillah Khan dan yang Putri bernama Ratu Gandasari.

Portugis pada tahun 1511 M merebut Kerajaan dan Kesultanan-Kesultanan Malaka, kemudian pada tahun 1521 M Portugis merebut dan menguasai Pasai / Aceh setelah mendapatkan perlawanan dari Pemuda dan Tentara Aceh keluarga Sulthon Huda, termasuk Fadhillah Khan mengungsi ke Mekkah dan Bagdad disamping menunaikan Ibadah Haji juga mendalami Ilmu Agama Islamnya, disamping meminta bantuan untuk memerangi / mengusir orang Portugis dari Aceh.

Oleh penguasa Mekkah dan Baghdad pada waktu itu, Fadhillah Khan dianjurkan untuk datang ke Pulau Jawa, oleh karena di Pulau Jawa sudah ada dua Negara Besar yang beragama Islam ialah CIREBON dan DEMAK yang sedang giat-giatnya menyebarkan Agama Islam. Sesuai anjuran itulah Fadhillah Khan kemudian datang ke Demak untuk memperkuat barisan misi Islam di Demak. Demak saat itu dipimpin oleh Sultan Trenggono, Fadhillah Khan kemudian menikah dengan salah seorang adik perempuan Sultan Trenggono yang bernama Ratu Pulung, Fadhillah Khan dengan bermodalkan Ilmu Agama yang tinggi dan cakap dalam bidang strategi perang, maka oleh Sultan Trenggono diangkat sebagai Senopati atau Jenderal Pertama Tentara Demak. Demak ingin mengusir Portugis dari Sunda Kelapa, kala itu Portugis di Sunda Kelapa mempunyai hubungan baik dalam perdagangannya dengan Pajajaran dan Kerajaan Pucuk Umun di Banten.
Strategi Kesultanan Demak, untuk merebut Sunda Kelapa dari tangan Portugis, maka Banten harus dikuasai lebih dahulu. Dari strategi itu maka Sultan Demak memerintahkan Fadhillah Khan (Faletehan) dengan membawa pasukan menuju Banten. Sebelum ke Banten, harus mampir ke Cirebon menemui Sunan Syarif Hidayatullah, karena Cirebon mempunyai kepentingan terhadap Banten, dimana Syarif Hidayatullah mempunyai istri seorang Putri Banten Nyi Mas Kawunganten dan mempunyai seorang Putra bernama Sebakingkin (nama kecil) setelah besar dinamai Maulana Hasanudin. Oleh Sunan Syarif Hidayatullah pasukan dari Demak ditambah dari pasukan Cirebon dibawah pimpinan Fadhillah Khan (Faletehan) berangkat menuju Banten.

Pada tahun 1526 M di Banten pasukan Demak dan pasukan Cirebon ditambah pasukan dari Kawunganten dibawah Maulana Hasanudin secara bersama-sama menggempur Kerajaan Pucuk Umun di Banten Girang. Setelah Banten dikuasai, maka Maulana Hasanudin dinobatkan sebagai Sultan pertama di Banten oleh Sultan Syarif Hidayatullah. Setelah Banten diserahkan kepada Sultan Maulana Hasanudin, maka Fadhillah Khan dengan pasukannya kembali ke Cirebon, kemudian menikah dengan Ratu Ayu (seorang janda dari Alm. Sultan Demak II) seorang Putri dari Sunan Syarif Hidayatullah.

Pada tahun 1527 M Fadhillah Khan, Pangeran Cirebon, Dipati Suraneggala, Dipati Cangkuang ditambah pasukan dari Banten, pasukan gabungan ini menggempur Sunda Kelapa yang merupakan bawahan Pakuan Pajajaran yang diduduki oleh Portugis, setelah Sunda Kelapa dikuasai, maka Fadhillah Khan diangkat menjadi Bupati Sunda Kelapa yang kemudian menjadi JAYAKARTA dan terakhir kita kenal sebagai JAKARTA.
Fadhillah Khan oleh orang Portugis dilisankan menurut lidah Portugis menjadi “ FALETEHAN “.

Friday, September 13, 2019

7 (Tujuh) LANGIT DAN PERISTIWA ISRA MIKRAJ


Pemahaman tentang ‘tujuh langit’ berkembang sesuai pemahaman manusia tentang alam semesta. Dalam kebudayaan Eropa kuno, orang menganggap langit itu berlapis-lapis, dengan bumi sebagai pusat alam semesta (geosentrik) :
1.       Bulan berada pada langit pertama
2.       Merkurius berada pada langit kedua
3.       Venus berada pada langit ketiga
4.       Matahari berada pada lagit keempat
5.       Mars berada pada langit kelima
6.       Jupiter berada pada langit keenam
7.       Saturnus berada pada langit ketujuh
Di luar langit tujuh itu ada bintang-bintang lainnya. Dahulu, orang juga mengaitkan dengan astrologi atau peramalan bintang, yaitu bahwa benda-beda langit (yang dikaitkan dengan kepercayaan akan dewa penguasanya) mempengaruhi kehidupan di bumi, bergantian dari jam ke jam dimulai dari yang terjauh.
1.       Hari pertama jam pertama dipengaruhi oleh Saturnus, maka disebut hari Saturnus atau Saturday
Mungkin pula bukan sebagai suatu kebetulan bahwa tanggal 1 Januari tahun 1 Masehi adalah hari Sabtu. Jam berikutnya yang berkuasa adalah Jupiter, Mars, matahari, Venus, Merkurius, dan bulan. Demikian seterusnya berurutan dalam 24 jam.
2.       Hari kedua jam pertama jatuh pada Matahari, maka disebut hari Matahari (Sun) atau Sunday
3.       Hari ketiga jam pertama jatuh pada Bulan (Moon) atau Monday
4.       Hari keempat jam pertama jatuh pada Mars (Tue) atau Tuesday
5.       Hari kelima jam pertama jatuh pada Merkurius (Wooden) atau Wednesday
6.       Hari keenam jam pertama jatuh pada Jupiter (Thorn) atau Thursday
7.       Hari ketujuh jam pertama jatuh pada Venus (Freya) atau Friday
Selanjutnya berkembang model Ptolomeus yang menyatakan bahwa Merkurius dan venus mengelilingi Matahari, tetapi selebihnya tetap dianggap mengelilingi bumi.
Model yang diusulkan Copernicus berubah sama sekali dengan model heliosentrik, dengan Matahari sebagai pusat alam semesta. Matahari dikelilingi oleh Merkurius, Venus, Bumi, Mars. Sedang di luar Saturnus, kosep lama masih digunakan , bahwa di luar itu adalah tempatnya bintang-bintang lainnya.

Tujuh langit pada kisah Isra Mikraj
Dalam konteks Ilmu Pengetahuan, perjalanan Isra Mikraj yang dilakukan nabi  Muhammad dinilai sebagai perjalanan antar dimensi. Hal ini bermakna, beliau telah diajak Djibril keluar dari dimensi ruang-waktu menuju dimensi yang lebih tinggi. Untuk memahami perjalanan antarwaktu, kita ibaratkan ada alam dua dimensi berbentuk bidang ‘U’ besar. Sebut saja makhluk di alam itu serupa semut. Semut tersebut untuk berpindah dari ujung ‘U’ yang satu keujung yang lain harus menempuh jarak yang jauh. Kita bisa dengan mudah mengangkat semut tersebut dari satu ujung ke ujung lainnya, jaraknya jelas lebih pendek. Demikianlah analogi sederhana perjalanan antardimensi, mekanismenya di luar kemampuan sains, tetapi Allah telah memperjalankan hambanya (nabi Muhammad) bersama Djibril yang memang berada di luar dimensi yang lebih tinggi dari dimensi ruang-waktu. Logika seperti hanya untuk menunjukkan bahwa Isra Mikraj dengan jasadnya (bukan sekedar Ruh) bukan hal yang mustahil.
Bersama Djibril, Nabi Muhammad keluar dari dimensi ruang-waktu yang membatasi pola pikir manusia pada jarak dan waktu. Sedangkan waktu dalam dimensi ruangwaktu tidak mungkin berjalan mundur. Dengan keluar dimensi ruangwaktu, nabi Muhammad tidak lagi terikat oleh jarak dan waktu. Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dapat dilakukan sekejap, sementara Nabi Muhammad masih bisa mengamati kafilah dalam perjalanannya dan tetap bisa merasakan fenomena fisik dimensi ruangwaktu, seperti minum susu yang ditawarkan Djibril. Nabi pun bisa berdialog dengan para Nabi lainnya karena tidak ada lagi batasan waktu. Nabi pun mendapat gambaran surga dan neraka yang juga bukan fenomena ruang-waktu kita, sehingga tidak mungkin dijelaskan secara tepat dimana dan kapan adanya.
Langit pada kisah Isra Mikraj bukan merupakan langit fisik seperti dalam Al Quran. Penyebutan langit pertama sampai ketujuh pada kisah Isra Mikraj hanya ada dalam hadist. Informasi Nabi ini menggambarkan perjalanan yang tidak lazim menurut kebiasaan manusia, tetapi diyakini benar terjadi. Dimensi ruang-waktu tidak lagi membatasi perjalanan beliau. Setelah Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, Nabi mikraj ke langit, langit pertama sampai ke tujuh. Nabi Muhammad bertemu para Nabi :
1.       Nabi Adam di langit pertama
2.       Nabi Isa dan Nabi Yahya di langit kedua
3.       Nabi Yusuf di langit ketiga
4.       Nabi Idris di langit keempat
5.       Nabi Harun di langit kelima
6.       Nabi Musa dilangit keenam
7.       Nabi Ibrahim di langit ketujuh
Jelas pertemuan dengan para Nabi itu bukan di planet-planet lain di langit, karena para Nabi yang telah wafat tidak berada di planet-planet tertentu.
Sidratul Muntaha pun bukan suatu tempat dan saat yang keberadaannya dalam dimensi ruang-waktu. Keyakinan adanya dimensi lain di alam juga didasari pada keyakinan akan adanya Jin dan Malaikat yang berada di luar dimensi ruang-waktu. Dua jenis makhluk itu tidak dibatasi ruang sehingga dengan mudahnya pergi kemanapun dan tidak dibatasi waktu. Kalau mengikuti analogi makhluk di dimensi dua tersebut di atas, kita yang hidup di ruang dimensi tiga bisa melihat tingkah laku makhluk serupa semut tersebut, tetapi makhluk tersebut tidak mengetahui keberadaan kita karena di luar dimensinya. Demikian juga manusia tidak mengetahui keberadaan Jin dan Malaikat, walau kita tahu mereka ada di dalam alam mereka dan mampu mengetahui gerak gerik kita.
Kisah Isra Mikraj tidak bisa dianalisis dengan teori relativitas dengan anggapan Nabi Muhammad berjalan dengan kecepatan cahaya bersama Buroq. Bila kita gunakan teori relativitas, fenomena yang terjadi justru sebaliknya. Menurut teori relativitas, pada kerangka yang bergerak dengan kecepatan mendekati cahaya, waktunya yang tercatat di jam menjadi lebih lambat. Artinya orang yang berjalan mendekati kecepatan cahaya akan merasa lebih muda dan waktu yang dialaminya lebih singkat dibandingkan dengan orang yang ditinggalkannya. Oleh karenanya kita mengenal ‘paradok anak kembar’ pada teori relativitas. Saudara kembar yang merantau dengan kecepatan mendekati cahaya akan mendapati saudaranya yang ditinggalkan lebih tua dari dirinya menurut rekaman waktu yang dibawanya. Yang dialami Nabi justru kebalikannya, Nabi mengalami perjalanan waktu sangat panjang sehingga bertemu dengan para Nabi dan berbagai peristiwa lainnya, sedangkan para sahabat yang ditinggalkannya hanya merasakan waktu satu malam.
Logika sains untuk menggambarkan perjalanan Nabi Muhammad sebagai perjalanan antar dimensi hanyalah upaya untuk menjelaskan bahwa Isra Mikraj benar adanya dan dilakukan dengan fisik, bukan sekedar mimpi atau perjalanan dengan ruh. Perjalanan antardimensi oleh manusia biasa memang belum dimungkinkan secara eksperimen, tetapi konsep dimensi fisik yang lebih dari sekedar dimensi ruang-waktu dikenal dalam sains. Sains dapat membantu memperkuat akidah tanpa harus mereka-reka dalam cerita pseudosains (sains semu, karena tidak didasarkan sains yang benar).   

KARANG TARUNA

BENDERA KARANG TARUNA Bendera Karang Taruna adalah bendera resmi yang menjadi simbol dan perlambang utama organisasi Karang Taruna sebagai...